Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tieta itoe Titut On Minggu, 30 Januari 2011

Penjelasan ayat 1-3:

Ayat pembuka dari surah ini bersumpah demi kota Mekah, yakni, titik sentral arah setiap orang bersujud dalam salat; dan demi kenyataan bahwa Nabi Muhammad, penutup para nabi, datang untuk memadukan realitas (hakikat) batin dan hukum lahir (syariat); demi kehidupan yang sangat mungkin di bumi ini, dan demi orang yang lahir di kota ini dengan mebawa pesan bahwa manusia hendaknya mengagungkan Penciptanya!

Hill dikaitkan dengan halal (boleh, sah), dalam konteks ini berarti 'penduduk sah kota ini.' Ayat kedua bisa juga berbunyi, 'Wahai Nabi Aliah! Apa pun yang ada di kota ini adalah untukmu, ia terbuka untukmu.' Walaupun ucapan tersebut ditujukan kepada Nabi Muhammad, namun ia berlaku kapan saja bagi siapa saja. Allah, Wujud Ilahiah, sedang bersumpah demi kemunculan Islam di Mekah pada waktu itu, dan juga demi kemunculannya sekarang di seluruh dunia. Ayat ini juga mengumandangkan kemunculan Nabi, dan pada beliaulah munculnya kembali kenabian. Allah sedang berkata kepada Nabi, 'Ini adalah ajaran yang sama dengan yang datang sebelum engkau; ini adalah pengulangan ajaran yang sama.' Ajaran ini merupakan kelanjutan dari jalur Adam; Adam dan anak lelakinya yang saleh, serta Adam dan anak lelakinya yang membangkang; anak yang terbunuh, dan anak yang melanggar batas. Kekuatan yang membunuh Qabil adalah ketamakan dan keirihatian, yang pertama merupakan sebab dan yang kedua adalah akibat. Dari sebab timbul akibat, dan dari akibat timbul sebab lain. Sebagai manusia, kita semua adalah anak Adam, dan masing-masing kita adalah yatim, begitu juga Adam, begitu juga Nabi Muhammad. Kita semua terputus dari sumber kita.

Penjelasan ayat 4:

Inilah makna dari keadaan manusia; ia berada dalam kabad, 'kesukaran, penderitaan, kerja keras dan cobaan'. Kabad juga berarti 'hati (liver)', dan tugas hati adalah terus-menerus menderita untuk membersihkan darah. Kewajibannya adalah bekerja keras tanpa henti.

Keadaan manusia adalah keadaan yang kacau serta bingung, dan dalam keadaan tersebut ia terus-menerus berjuang; tidak ada kedamaian atau jalan untuk melarikan diri dari keadaan itu. Kehidupan merupakan dinamisme yang konstan. Sebutir atom tidak bisa dilihat kalau tidak berada dalam keadaan bergerak secara tidak beraturan, maka bagaimana makhluk yang paling menakjubkan dan kompleks ini bisa benar-benar berada dalam kedamaian? Berada dalam kedamaian mutlak itu tak ubahnya laksana sebuah batu, mati.

Penjelasan ayat 5:

Pada saat menyandang Atribut Penciptanya—seperti keagungan, kemuliaan, atau salah satu lainnya yang bisa disandang manusia—pernahkah manusia membayangkan sekalipun sedetik bahwa tak ada orang yang dapat melebihinya? Apakah ia mengira bahwa dirinya adalah entitas yang tidak bergantung secara total?

Penjelasan ayat 6:

Ini khusus mengenai orang yang menggunakan hartanya sebagai topangan utama dalam eksistensi ini. Orang yang memiliki banyak sekali harta dan kekuasaan duniawi cenderung beranggapan bahwa dunia ini adalah tempat tinggal dan perlindungan terakhirnya.

Penjelasan ayat 7:

Apakah manusia mengira bahwa ia tidak diawasi? Apakah dia mengira bahwa bisa saja dalam eksistensi ini ada yang melarikan diri tak kelihatan? Tidak bisakah ia melihat keesaan di dalam dan di luar eksistensi ini? Sejauh mana dia terputus, sehingga tidak bisa melihat kenyataan bahwa ada satu benang yang merentang ke seluruh penciptaan?

Penjelasan ayat 8:

Bagaimana mungkin ada dua tanpa satu? Bagaimana kita dapat melihat ke-dua-an kalau di dalam diri kita tidak ada satu bidang yang menyatukan? Bagaimana bisa ada dua mata lahir dengan mana kita melihat dunia nyata, kalau di dalam diri kita tidak ada satu mata batin, mata roh kita, mata qalb (hati) kita, mata rahasia di dalam diri kita yang bermanifestasi melalui hati kita ('ayn al-qalb, mata hati). Apakah kita tidak memiliki dua pandangan, apakah kita tidak memiliki dua kehidupan, atau dua kesadaran, yakni bangun dan tidur?

Penjelasan ayat 9:

Dari satu lidah melalui dua bibir, menjelmalah sebuah kalimat. Melalui daya pandang batin, dengan menggunakan dua mata, terbentuklah daya lihat. Dari Satu Sumber, melalui dua hal berlawanan, mewujudlah Realitas. Selalu ada satu di belakang dua. Tanpa dua, tidak akan terwujud Realitas.

Perhatikan contoh yang kami berikan! Seseorang membutuhkan dua bibir untuk berbicara, sekalipun hanya ada satu lidah di belakangnya. Ia tidak bisa mengatakan bahwa salah satu lidahnya mengatakan sesuatu, tapi ia bisa mengatakan bahwa mata batinnya melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh mata lahirnya, atau sebaliknya. Ia tidak bisa mengklaim bahwa lidahnya tidak mengatakan sesuatu yang telah diucapkannya. Dari sudut pandang syariat ia mesti mengatakan bahwa lidahnya mengatakan itu. Namun, lidah tidak bisa berfungsi kalau tidak melalui penggunaan dua bibir. Masih banyak kemungkinan penafsiran lainnya.

Penjelasan ayat 10:

Najd berarti 'jalan raya, tanah tinggi atau dataran tinggi'. Najdayn dan thariqayn sama-sama berarti 'dua jalan', yaitu jalan hidup yang benar, kemerdekaan jiwa, ketundukan, kesiapan untuk mati dan pergi, dan jalan di mana seseorang menuntut dan berusaha untuk memiliki, menguasai, dan bergantung pada dunia ini seakan-akan dunia ini adalah satu-satunya tempat tinggal. Kedua jalan tersebut juga menunjukkan cara memandang eksistensi yang sepenuhnya bersifat lahiriah atau permukaan dan, lainnya, cara yang lebih batiniah dalam keinginan untuk mencapai makna halus dari berbagai hal. Keduanya merupakan jalan yang memiliki bentuk dan makna, thariq al-shalah (jalan kebenaran) dan tbariq al-kharab (jalan kehancuran).

Dalam surah ini pertama-tama kita melihat keadaan manusia, kerusuhannya, kesulitannya, dan penderitaannya (kabad). Keadaan-keadaan ini teijadi guna meringankan kesulitan barinnya dan juga membersihkan darahnya. Selanjutnya kita. ditunjukkan pada dua pilihan yang diberikan pada manusia, dan dalam ayat berikutnya kita sampai pada persoalan kunci.

Penjelasan ayat 11-12:

'Aqabah, yang berarti 'pendakian yang curam atau rintangan', berhubungan dengan 'aqb, yang berarti 'punggung, belakang, konsekuensi atau hasil'. Maka, aqabah adalah rintangan yang, meskipun ada di hadapan kita, tidak serta merta kelihatan.

Mengenai makna batin, 'aqabah di sini menunjuk kepada nafs manusia. Yaitu, rintangan yang menyebabkan kurangnya daya lihat manusia, kurangnya kesadaran manusia, dan kurangnya kepercayaan dan ketergantungan pada Allah. Apakah ia tidak ingin mengatasi rintangan ini? Lantas mengapa ia tidak melakukannya? Apa yang sesungguhnya kita ketahui tentang makna dari rintangan ini?

Penjelasan ayat 13:

Ini berkenaan dengan rintangan manusia yang tidak ber-‘ubudiyah (ibadah, penghambaan). Ibadah dan ketundukan yang sebenarnya, yang mengatasi lapisan pertama jiwa (nafs), dilakukan dengan menerima la ilaha illallah, Muhammad rasulullah. Ini merupakan pembebasan leher seseorang. Jika kita tidak bisa membebaskan leher kita sendiri, setidaknya yang dapat kita lakukan adalah membebaskan seorang budak, makna yang kadang-kadang diterjemahkan dan ditafsirkan dari ayat ini. Fakka berarti 'membuka, membongkar, melepaskan'. Maka, fakk raqabah dapat diartikan membebaskan orang yang telah diperbudak secara lahiriah, membebaskan orang yang secara lahiriah sedang diperbudak oleh kebutuhannya, atau orang yang lehernya telah dijerat oleh hal yang tidak cocok untuk manusia.

Penjelasan ayat 14-15:

Ayat ini berkenaan dengan pemberian makanan atau pemberian pada masa-masa sulit dan ketika nyaris tidak cukup tersedia makanan untuk kelanjutan hidup seseorang. Pada masa senang, setiap orang bermurah hati, tapi ketika kita mengalami paceklik kehidupan dunia ini, ketika kita dicekik oleh genggamannya, kita harus menjaga diri agar jangan sampai mementingkan diri sendiri. Sebaliknya, jika setiap orang memanjakan kita, jika setiap orang bersikap baik, di manakah 'aqabah untuk kita? Dengan kata lain, kita harus mengawasi diri kita pada saat kita sedang tidak seimbang, karena memang mudah untuk mencapai keseimbangan di tempat yang terlindung di mana tidak ada masalah yang menguji kita.

Penjelasan ayat 16:

Matrabah, 'berbaring dalam debu, kemelaratan, kemiskinan', dari kata tariba (menjadi berdebu). Orang miskin (melarat, orang yang benar-benar kehilangan) dianggap sebagai debu; ia tidak memiliki apa-apa, tidak juga sekadar harapan.

Penjelasan ayat 17:

Makna dari mendaki 'aqabah adalah mengatasi berbagai kecenderungan negatif yang rendah dari nafs kita. Kemudian, bila kita sudah mengatasi segala rintangan diri kita, dan bila kita menyadarinya, maka kita harus 'saling menasihati untuk bersabar, dan saling menasihati untuk menunjukkan rasa belaskasih'.

Dengan demikian apabila manusia menerima petunjuk dari Sang Pencipta dan tahu bahwa alam ciptaan-Nya berada dalam qabdh (penyempitan), apabila ia mengetahui sifat dualitas dan keesaan yang meliputinya, dan mengetahui makna dari rintangan utama, yakni nafs, dan mengetahui bahwa dalam segala tindakan lahiriahnya ia harus memberi dan bersikap belaskasih pada masa-masa sulit, maka ia akan tergolong kaum beriman, golongan orang-orang yang saling menasihati dalam kesabaran, kesetiaan, dan menunjukkan kasih sayang.

Penjelasan ayat 18:

Golongan tangan kanan adalah orang-orang yang beramal saleh sehingga akan diberi kitab amal mereka di ta ngan kanan pada hari pengadilan, yang menandakan bahwa mereka ditetapkan masuk surga. Mereka adalah orang-orang yang bertindak positif untuk menyelematkan diri mereka.

Penjelasan ayat 19:

Ayat ini berkenaan dengan orang-orang yang menyangkal ayat-ayat, yang menyangkal Kitab realitas, dan yang pada akhirnya menyangkal Realitas, Allah Swt.

Syu'm, yang berhubungan dengan kata masy'amah (tangan kiri), berarti 'pertanda buruk atau malapetaka'. Mereka adalah golongan kiri, kaum yang merugi, yang terperangkap dalam api yang mereka nyalakan sendiri.

Penjelasan ayat 20:

Mereka akan terkunci dalam neraka, karena mengingkari kebenaran yang ada pada mereka, padahal kebenaran itu nampak jelas di sekitar mereka. Mereka akan terperangkap dalam nerakanya sendiri dan akhirnya akan dilahap oleh neraka itu.

KESIMPULAN: SURAT AL BALAD MENGUTARAKAN BAHWA MANUSIA HARUSLAH BERSUSAH PAYAH MENCARI KEBAHAGIAAN DAN ALLAH SENDIRI TELAH MENUNJUKKAN JALAN YANG MEMBAWA KEPADA KEBAIKAN, DAN JALAN YANG MEMBAWA KESENGSARAAN. TUHAN MENGGAMBARKAN BAHWA JALAN YANG MEMBAWA KEPADA KEBAHAGIAAN LEBIH SULIT MENEMPUHNYA DARIPADA YANG MEMBAWA KEPADA KESENGSARAAN.

Readmore »»  

Tieta itoe Titut On Sabtu, 08 Januari 2011

Anda sekalian pasti sering denger kalau Nabi suka banget sama kucing, tapi emang Nabi sangat sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan baik oleh Nabi

Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitar manusia). Bahkan Nabi juga memiliki kucing peliharaan. Setiap Nabi menerima tamu di rumah, Nabi SELALU ngegendong mueeza (nama kucingnya) dan diletakkan dipahanya. Nabi bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Salah satu sifat Mueeza yang paling Nabi demen:
Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya ky ngikutin lantunan suara adzan

Terus, pernah juga saat Nabi mau mengambil jubahnya, eh.. ada Muezza lagi bobo diatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya, tujuannya supaya gak ngebangunin Muezza.

Pas Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu.

Nabi menekankan di beberapa hadisnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Lantas kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Fakta-Fakta Ilmiah Keistimewaan pada KUCING

Fakta pertama: Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta kedua: Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.
Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

  1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
  4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Fakta ketiga: Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Bahkan di zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress

Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, selanjutnya manusia 1/4 anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Sisa Makanan Kucing Hukumnya Suci

Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.

Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?

Ia menjawab, “Ya.

Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.

Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.

Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.

Lihat begitu luar biasanya kucing itu, bahkan sampe jadi hewan peliharaan kesayangan Nabi. Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma.

Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteri yang dapat hidup dibinatang apa saja. Catatan dalam penelitian ilmiah para peneliti, Anjing dan Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi kenapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?

Toxoplasma berasal dari infeksi parasit Toxoplasma Gondii. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:

  1. Secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya.
  2. Memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, babi atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang).
  3. Infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan.
  4. Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital.
  5. Melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis.

Toxoplasma bisa menyerang perempuan maupun laki-laki. Sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena semua hewan berdarah panas (unggas dan mamalia) sebenarnya juga bisa terinfeksi sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).

Parasit dari intermediate host dapat menular hanya jika kita MENGKONSUMSINYA. Bedanya dengan kucing, Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya di usus halus kucing, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces atau kotorannya.

Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi tersangka utama toxoplasma bagi sebagian kita. Sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya.

Tips Untuk Menghindari Toxoplasma:

  1. Sediakan pasir atau tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari. Nah kita juga harus rajin bersih-bersih, lagian kucing kalau mau pup dipasir SELALU dikubur, karena kucing itu sendiri adalah hewan yang pemalu. Malah sebenarnya kalau gak ada pasir atau tanah, kucing akan menahan pup sekuat tenaga, kalau bener-bener udah gak tahan, terpaksanya pup di pojokan. Makanya sediakanlah lahan pasir buat kucing
  2. Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa (kasih makan makanan yang bersih, matang dan layak).
  3. Jangan memberi makan hewan peliharaan de ngan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, sebelum di masaklah terlebih dahulu.
  4. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
  5. Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
  6. Hindari memakan daging mentah atau setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
  7. Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
  8. Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging ataupun jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya.
  9. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma.
  10. Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakan buang kotoran pada tempatnya.

Sedangkan khusus untuk ASMA, orang biasa mengait-ngaitkannya akibat dengan bulu-bulu kucing. Padahal belum tentu demikian.

Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Penyakit ini salah satunya dikarenakan kelainan di paru atau di jantung yang bersifat keturunan (biasanya sejak kecil gejalanya sudah mulai tampak).

Khusus asma yang disebabkan kelainan di paru-paru saja, ada yang bersifat intrinsik (dalam tubuh sendiri), dan ekstrinsik baik psikosomatitik (dipacu beban psikis tertentu) maupun non-psikosomatitik – biasanya mirip penderita alergi (tak tahan atau salah tanggapan sistem imun). Dari analisa kemungkinan jenis dan penyebab sesak, tentulah yang bersifat ekstrinsik yang dapat sembuh dengan menghindari atau menetralisir pencetus timbulnya serangan asma.

Jadi orang yang kambuh asmanya itu bukan hanya karena bulu kucing, tetapi bisa juga karena debu, sesak dalam keramaian, stress, asap, serbuk bunga, udara dingin, olahraga, dll. Sebenarnya bulu kucing hanyalah menjadi PEMICU, sama seperti faktor-faktor yang lain.

sumber : http://indobestseller.wordpress.com/2010/02/14/alasan-mengapa-nabi-sangat-sayang-dengan-kucing-keajaiban-hewan-bernama-kucing/

Readmore »»  

Tieta itoe Titut On Minggu, 26 Desember 2010

Andaikan ini menandai sebuah gunung meletus, maka SUPER SIAGA adalah statusnya. Moral yang menjadi komponen utama akhlak bangsa ini sedang mengalami tantangan yang dahsyat. Selain korupsi dan syirik adalah perzinahan.

Merebaknya video mesum (porno) yang kini banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan generasi muda, sungguh sangat memprihatinkan. Jika hal ini terus berlangsung tanpa kendali, maka moral bangsa akan semakin hancur dan terpuruk. Dan ini akan berakibat pada kehidupan lain secara lebih luas. Ekonomi akan terganggu, pendidikan terguncang, politik jadi tidak bermoral, budaya dan tradisi bangsa tercampakkan, serta nilai-nilai agama akan terpinggirkan.

Allah SWT mengingatkan bahwa perbuatan zina itu adalah fahisyah (kejahatan yang menjijikkan) dan saa’a sabila (seburuk-buruknya jalan).

Dari (QS Al-Isra : 32). YANG ARTINYA “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya, zina itu adalah perbuatan yang keji, dan jalan yang buruk.”

Padahal, jelas-jelas Islam telah melarang melakukan perbuatan zina. Jangankan melakukannya, mendekati saja sudah tidak boleh.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Hendaknya kalian menjauhi perbuatan zina, karena akan mengakibatkan empat hal yang merusak, yaitu menghilangkan kewibawaan dan keceriaan wajah, memutuskan rezeki (mengakibatkan kefakiran), mengundang kutukan Allah, dan menyebabkan kekal dalam neraka.” (HR Thabrani dari Ibn Abbas).

Hadist ini sekaligus membantah pernyataan banyak orang yang sering menyatakan bahwa salah satu penyebab perbuatan zina adalah karena faktor ekonomi atau kemiskinan. Justru perbuatan zina itulah yang akan menjerumuskan pelakunya pada jurang kemiskinan. Dan jika pun terlihat memiliki harta, itu hanya bersifat semu dan sementara. Yang pasti ujungnya akan habis tak berbekas.

Karena buruknya perbuatan zina ini, maka salah satu tanda perilaku orang-orang yang termasuk ‘ibadurrahman adalah meninggalkan perbuatan tersebut. Sebab, mereka yang melakukannya, akan mendapatkan azab Allah, dan mereka akan kekal di dalam neraka dalam keadaan terhina.

Dari (QS Al-Furqan : 68-71). YANG ARTINYA “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina,kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya

Karena itu, agar perbuatan zina ini tidak berlangsung, baik secara terang-terangan maupun terselubung, semua komponen bangsa harus memiliki komitmen dan kepedulian kuat untuk menghindari dan menjauhkannya.

Nilai-nilai agama harus terinternalisasi secara konsisten pada pikiran, jiwa, maupun perilaku masyarakat dan bangsa. Kepada para pelaku perzinaan harus dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya agar dapat menyebabkan efek jera pada yang lain.

Dari (QS. An-Nuur: 2-3) YANG ARTINYAPerempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

Bahaya Massal karena Zina

Dari Abu Bakrah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan siksanya oleh Allah bagi pelakunya di dunia ini disamping siksanya di akhirat nanti selain dari perbuatan zina dan memutuskan shilaturrahim”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1408, no. 4211]

Apabila perbuatan zina dan riba telah terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu sudah rela terhadap datangnya adzab Allah pada diri mereka. [HR. Hakim]

Tidaklah suatu qaum yang di tengah-tengah mereka dilakukan kemakshiyatan, sedang mereka mampu mencegahnya, tetapi tidak mau mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan adzab secara merata kepada mereka. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 122]

Ya Alloh kuatkan hati dan bantulah kami melawan perusak-perusak akhlak Islam. Sehingga tontonan maksiyat tidak menjadi tuntunan. Jaga DIRI dan Keluargamu dengan kesungguhan yang sangat ..jika anda tidak ingin kecewa..


FROM MTA

Readmore »»  

Powered By Blogger