Tampilkan postingan dengan label Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 1. Tampilkan semua postingan
Unknown On Kamis, 04 September 2014


Daftar akhiran dalam bahasa Indonesia


Gabungan awalan dan akhiran/konfiks

Jenis imbuhan

Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
·         Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan –nya
·         Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
ber-an
di-kan dan di-i
diper-kan dan diper-i
ke-an dan ke-i
me-kan dan me-i
memper-kan dan memper-i
pe-an
per-an
se-an
ter-kan dan ter-i
·         Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.

IMBUHAN
AWALAN (prefiks)
·         Awalan adalah imbuhan yang diberikan di awal kata.
Contoh : me-, ber- di-, ke-, pe-, ter-
Awalan me –
·         Pemakaian awalan me- bervariasi yaitu mem-, men-, meny-, meng-, dan menge-
Contoh :  melapor, membaca, menarik, menyanyi, menghitung, dan mengecat

* Makna awalan me- :
1.      Melakukan perbuatan/tindakan.
Contoh :     mengambil, menjual.
2.      Melakukan perbuatan dengan alat.
Contoh  :    memotong, menyapu.
3.      Menjadi atau dalam keadaan.
Contoh :     menurun, meluap.
4.      Membuat kesan.
Contoh :     mengalah, membisu.
5.      Menuju ke.
Contoh :     mendarat, menepi.
6.      Mencari.
Contoh :     mendamar, merotan.


*Awalan di-
Awalan di mempunyai makna suatu perbuatan aktif.  Awalan di- merupakan kebalikan dari awalan me- yang bermakna aktif.
Contoh :           di +  siram       à  disiram
di + tanam       à  ditanam
di + beli           à  dibeli

*Awalan ber-
Pemakaian awalan ber- mempunyai kaidah sebagai berikut.
1.      Apabila diikuti kata dasar yang berhuruf (r) dan beberapa kata dasar yang suku pertamanya berakhir huruf (er), bentuk awalan ber berubah menjadi be-.
Contoh :     ber +  rantai    à  berantai
ber + kerja      à  bekerja
2.      Apabila awalan ber- bertemu dengan kata dasar ajar, ber- berubah menjadi bel-
Contoh :     ber + ajar        à  belajar
3.      Apabila awalan ber- diikuti kata dasar selain yang disebutkan di atas, ber- tetap tanpa perubahan.
Contoh :     ber + lari         à  berlari
ber + nyanyi    à  bernyanyi

*Makna awaln ber-
1.      Mempunyai.
Contoh :     beranak, berhasil
2.      Memakai/menggunakan/mengendarai.
Contoh :     bersepeda, bersepatu
3.      Mengeluarkan.
Contoh :     berkata, bertelur
4.      Menyatakan sikap mental.
Contoh :     berbahagia, berbaik hati.
5.      Menyatakan jumlah.
Contoh :     berdua, berempat.



AWALAN pe-(n)
Pemakaian awalan pe-(n) memiliki variasi sebagaimana yang berkalu pada awalan me-(n).
*Makna awalan pe-(n) :
1.      Menyatakan yang melakukan perbuatan.
Contoh :     penulis, pembaca.
2.      Menyatakan pekerjaan.
Contoh :     perpanjang, perlebar.
3.      Menyatakan alat.
Contoh :     penghapus, penggaris.
4.      Menyatakan memiliki sifat.
Contoh :     pemaaf, pemalu.
5.      Menyatakan penyebab.
Contoh :     pemanis, pemutih

AWALAN ke-
*Makna awalan ke-
1.      Menyatakan kumpulan yang terdiri dari jumlah.
Contoh  :    kesebelasan.
2.      Menyatakan urutan.
Contoh  :    kesatu, kedua, ketiga

*Awalan ter-
1.      Awalan ter- hampir sama dengan awalan di-.  Awaln ter- berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif.
Contoh :     ter +  tendang à  tertendang
i.      ter  +  bakar          à  terbakar
2.      Awalan ter- ada pula yang termasuk golongan kata sifat.
Contoh :     ter  +  pandai  à  terpandai
i.      ter  +  kecil            à  terkecil

*Makna awalan ter-
1.      Sudah di atau dapat di.
Contoh :     tertutup, terbuka.
2.      Ketidaksengajaan.
Contoh :     terbawa, terlihat.
3.      Tiba-tiba.
Contoh :     teringat, terjatuh.
4.      Dapat atau kemungkinan.
Contoh  :    ternilai, terbagus.
5.      Pelaing atau super.
Contoh :     terpandai, tertua.

  
AWALAN pe-
Umumnya tidak bias digunakan secara mandiri.  Pemakaian awlan per- membutuhkan imbuhan lain misalnya –kan dan –an.
Contoh :           per-kan + kembang     à  perkembangan
per-an   +  usaha         à  perusahaan

AWALAN se-
*Makna awalan se-
1.      Menyatakan satu.
Contoh  :    selembar, seribu.
2.      Menyatakan seluruh.
Contoh  :  sekota, sedesa.
3.      Menyatakan sama.
Contoh  :    sepandai, seindah.
4.      Menyatakan setelah.
Contoh :     sekembali


SISIPAN (infiks)
Sisipan adalah imbuhan yang diberikan di tengah kata.
Contoh :  -el, -em, dan –er.
*Makna sisipan :
1.      Menyatakan internsitas atau frekuensi.
Contoh :     geletar, gemetar
2.      Menyatakan banyak dan bermacam-macam.
Contoh :     temali, gemerincing
3.      Memiliki sifat yang disebut dalam kata dasarnya.
Contoh :     temurun, gemilang, telunjuk, pelatuk, gelembung, telapak

AKHIRAN (sufiks)
Imbuhan yang diberikan di akhir kata.
Contoh :  -kan, -I, -an, -kah, -tah, dan –pun.

*Akhiran -i
Makna akhiran –I :
1.      Mengandung arti membentuk kalimat perintah.
Contoh :
Turuti perintahnya !
2.      Menyebabkan sesuatu jadi.
Contoh :
menyakiti hati,  menghargai dia
3.      Menyarakan intensitas (pekerjaan yang berulang-ulang)
Contoh :
menembaki, memukuli


*Akhiran –kan
Makna akhiran –kan :
1.      Secara umum mengandung arti perintah.
Contoh :
Dengarkan baik-baik !
2.      Menyatakan sebagai alat atau membuat dengan.
Contoh :
menusukkan pisau, melemparkan batu
3.      Menyebabkan atau menjadikan sesuatu.
Contoh :
membesarkan, menjatuhkan
4.      Menyatakan arti bahwa suatu pekerjaan dilakukan untuk orang lain.
Contoh :
meminjamkan, mengembalikan
5.      Mentransitifkan kata kerja ke dinding
Contoh :
Memantulkan


*Akhiran –an
Makna akhiran –an
1.      Menyatakan tempat.
Contoh :     pangkalan, kubangan
2.      Menyatakan alat.
Contoh :     ayunan, timbangan
3.      Menyatakan hal atau cara.
Contoh :     didikan, pimpinan
4.      Menyatakan akibat, hasil perbuatan.
Contoh :     hukuman, balasan
5.      Menyatakan sesuatu yang di.
Contoh :     catatan, suruhan
6.      Menyatakan seluruh, kumpulan.
Contoh :     lautan, sayuran
7.      Menyatakan menyerupai.
Contoh :     anak-anakan, kuda-kudaan
8.      Menyatakan tiap-tiap.
Contoh :     tahunan, mingguan
9.      Menyatakan mempunyai sifat.
Contoh :     asinan, manisan

*Akhiran –isme dan –isasi
Merupakan jenis imbuhan serapan.
Makna akhiran –isme adalah  paham atau ajaran :
Contoh :           komunisme, animisme, liberalisme
Makna akhiran –isasi adalah proses atau menjadikan sesuatu.
Contoh :          swastanisasi, lebelisasi
*Akhiran – i , – iah,  – is, – wi
Merupakan jenis imbuhan serapan.
- i berasal dari bahasa Inggris.
- iah, – is, – wi berasal dari bahasa Arab

Makna akhiran – i, – iah, – is, – wi adalah membentuk kata sifat.
Contoh :           insani               : memiliki sifat keinsanian
alamiah           :  memiliki sifat alamiah, natural
agamais          :  menujukkan sifat orang yang taat beragama
manusiawi       :  bersifat kemanusiaa

AWALAN DAN AKHIRAN (konfiks)
Awalan dan akhiran adalah imbuhan yang berupa gabungan dari awalan dan akhiran.
Contoh :  me-kan, pe-an, ber-an, se-nya, meper-kan
Awalan dan Akhiran me-kan, dan memper-kan


*Makna me-kan:
1.      Melakukan pekerjaan orang lain.
Contoh :     Adik memesankan ibu makanan.
2.      Menyebabkan atau membuat jadi.
Contoh  :    Lemparan bola itu memecahkan kaca jendela kamar.
3.      Melakukan perbuatan.
Contoh         :         Gajah menyemburkan air dari belalainya.
4.      Mengarahkan.
Contoh :     Ayah meminggirkan kendaraannya.
5.      Memasukkan.
Contoh         :         Polisi memenjarakan penjahat itu di tahanan POLDA.

*Makna memper-kan :
1.      Menyebabkan atau membuat jadi :
Contoh  :    Rini mempertotonkan kebolehannya bermain biola.

*Awalan dan Akhiran ber – an
Makna :
1.      Menyatakan jumlah pelaku yang banyak.
Contoh  :    berdatangan, berterbangan
2.      Menyatakan perbuatan yang berulang-ulang
Contoh         :         bergulingan, berlompatan
3.      Menyatakan hubungan antara dua pihak.
Contoh  :    bersamaan, bersebelahan, berduaan.
4.      Menyatakan hubungan timbal balik.
Contoh         :         bersahutan, bersalaman

*Awalan dan Akhiran pe – an
Makna :
1.      Menyatakan hal
Contoh  :    pendidikan, penanaman
2.      Menyatakan proses atau perbuatan.
Contoh  :    pendaftaran, penelitian.
3.      Menyatakan hasil.
Contoh         :         pengakuan, peghasilan
4.      Menyatakan tempat.
Contoh  :  penampungan, pemandian
5.      Menyatakan alat.
Contoh  :  penglihatan, pendengaran

*Awalan dan Akhiran per- an
Makna :
1.      Menyatakan tempat.
Contoh  :    perhentian, perusahaan
2.      Menyatakan daerah.
Contoh  :    perempatan, pertigaan
3.      Menyatakan hasil perbuatan.
Contoh  :    pertahanan, perbuatan
4.      Menyatakan perihal.
Contoh  :    perbukuan, perkelahian
5.      Menyatakan banyak.
Contoh  :    persyaratan, persaudaraan

*Awalan dan Akhiran se –nya
Makna :
Menyatakan makna tingkatan yang paling tinggi yang dapat dicapai.
Contoh  :          sebagus-bagusnya, setinggi-tingginya
Sering disertai dengan kata ulang.
Contoh  :          sebaik-baiknya, semerah-merahnya

GABUNGAN
Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus dirangkai dengan kata yang dekat dengannya. kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: berterima kasih; bertanda tangan; tanda tangani; dll.

Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan dan akhiran, penulisan gabungan kata harus serangkai dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: menandatangai; pertanggungjawaban; mengkambinghitamkan; dll.

Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata.
Dalam bahasa Indonesia ada gabungan kata yang sudah dianggap padu benar. Arti gabungan kata itu tidak dapat dikembalikan kepada arti kata-kata itu.
Contoh: bumiputra; belasungkawa; sukarela; darmabakti; halalbihalal; kepada; segitiga; padahal;
kasatmata; matahari; daripada; barangkali; beasiswa; saputangan; dll
Kata daripada, misalnya, artinya tidak dapat dikembalikan kepada kata dari dan pada. Itu sebabnya, gabungan kata yang sudah dianggap satu kata harus ditulis serangkai.
Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, unsur itu hanya muncul dalam kombinasinya.
Contoh: tunanetra; tunawisma; narasumber; dwiwarna; perilaku; pascasarjana; subseksi; dll.
Kata tuna berarti tidak punya, tetapi jika ada yang bertanya, “Kamu punya uang?” kita tidak akan menjawabnya dengan “tuna”. Begitu juga dengan kata dwi, yang berarti dua, kita tidak akan berkata, “saya punya dwi adik laki-laki.” Karena itulah gabungan kata ini harus ditulis dirangkai.

Perhatikan gabungan kata berikut!
Jika unsur terikat itu diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur itu diberi tanda hubung.
Contoh: non-Indonesia; SIM-ku; KTP-mu.

Unsur maha dan peri ditulis serangkai dengan unsur yang berikutnya, yang berupa kata dasar. Namun dipisah penulisannya jika dirangkai dengan kata berimbuhan.
Contoh: Mahabijaksana; Mahatahu; Mahabesar.
Maha Pengasih; Maha Pemurah; peri keadilan; peri kemanusiaan.
Tetapi, khusus kata ESA, walaupun berupa kata dasar, gabungan kata maha dan esa ditulis terpisah => Maha Esa.
Readmore »»  

Unknown On



Masih Minim, Guru RA Bersertifikat

SEMARANG - Guru Raudhatul Athfal (RA) atau setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah Kementerian Agama yang sudah tersertifikat, masih minim. Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Semarang Prihatin Wiryani menyebutkan, guru RA yang bersertifikat baru mencapai 16%.
''Dari 600 guru RA yang bersertifikat baru sekitar 100 orang. Padahal, sudah banyak yang sudah sarjana,'' katanya.
Pendidikan sarjana menjadi syarat sertifikasi. Hingga kini mereka yang telah mengantongi ijasah S-1 mencapai 70% dari jumlah keseluruhan guru. Guru yang sudah tersertifikat berhak mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji setiap bulan. Tunjangan profesi berimplikasi positif atas kesejahteraan guru.
Dia menjelaskan, masih banyak guru RA di Kota Semarang yang bergaji rendah. Pada umumnya mereka yang mengajar di daerah-daerah pinggiran, tugas dan tanggung jawabnya sama besar dengan guru-guru di perkotaan.
Di samping itu, penyampaian informasi tentang sertifikasi juga kerap terlambat diterima guru RA. Hal itu menyebabkan hingga kini masih banyak guru RA yang belum tersertifikat.
IGRA yang menaungi guru RA berupaya maksimal menyampaikan informasi pelaksanaan sertifikasi secara cepat kepada seluruh anggota agar mereka memiliki kesempatan ikut sertifikasi. "Sekitar 50 guru RA di Kota Semarang kini masih dalam proses sertifikasi. Jika semuanya lulus, berarti akan ada 150 guru RA yang sudah tersertifikat," ujarnya. (J9-37)
17 November 2012
Suara Merdeka




 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Analisis Artikel
5W+1H
P : “Apa isi persoalan pada berita tersebut?” (what)
J : Guru Raudhatul Athfal (RA) atau setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah Kementerian Agama yang sudah tersertifikat, masih minim.

P : “Dimana terjadinya berita tersebut?” (where)
J: di Kota Semarang

P : “Kapan kejadian tersebut terjadi?” (when)
J : 17 November 2012

P :  “Siapa pihak-pihak yang terlibat di dalamnya?” (who)
J : Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Semarang Prihatin Wiryani

P : “Mengapa peristiwa tersebut terjadi?” (why)
J : Karena penyampaian informasi tentang sertifikasi juga kerap terlambat diterima guru RA. Hal itu menyebabkan hingga kini masih banyak guru RA yang belum tersertifikat.

P : “Bagaimana penyelesaian / solusi dari persoalan tersebut?” (how)
J : IGRA yang menaungi guru RA berupaya maksimal menyampaikan informasi pelaksanaan sertifikasi secara cepat kepada seluruh anggota agar mereka memiliki kesempatan ikut sertifikasi.

Readmore »»  

Powered By Blogger